Friday, 22 April 2016

PEMANASAN GLOBAL

"Panas ya hari ini!” Seringkali anda terdengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar anda ataupun dari diri anda sendiri? anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengbimbangkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, anda tentu juga menyedari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkawal sejak kebelakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga jumlah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sedarilah bahawa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerosakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia iaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?

Penyebab Pemanasan Global

Penelitian yang telah dilakukan para ahli penyelidikan selama beberapa dekad akhir ini menunjukkan bahwa ternyata semakin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktiviti manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Persatuan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang bergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk membiincangkan penemuan-penemuan terbaru berhubung dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk penyelesaian dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahawa terdapat beberapa jenis gas rumah kaca yang bertanggungjawab secara langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah penyumbang terbesar terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan akibat aktiviti penternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kenderaan bermotor, fabrik-fabrik modern, dan sebagainya.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Atmosfera bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeza-beza. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfera bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik kerana memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya memerlukan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk dihuni kerana tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfera tipis dan tidak memiliki kesan rumah kaca memiliki suhu rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan penternakan (terutama dari sistem pencernaan haiwan-haiwan ternak), Nitrogen Oksida (NO), dan gas (CFC). Rosaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga semakin parah keadaan ini kerana pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfera. Setiap gas rumah kaca memiliki kesan pemanasan global yang berbeza. Beberapa gas menghasilkan kesan pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan kesan pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan kesan pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan kesan pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara kerana CFC telah lama dikatakan sebagai penyebab rosaknya lapisan ozon.



Apa Penyebab Utama Pemanasan Global?

Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahawa industri penternakan adalah penyumbang kepada penghasilan gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan gas rumah kaca seluruh pengangkutan di seluruh dunia (13%). Gas rumah kaca industri penternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37% gas metana (kesan pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2), 65 % nitro oksida (kesan pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64% amonia penyebab hujan asid. Penternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari kawasan tanah yang subur untuk dijadikan kawasan pertanian.

Sedangkan laporan yang baru saja dianalisis World Watch Institut menyatakan bahawa penternakan bertanggungjawab keatas sedikitnya 51% dari pemanasan global.

Penulisnya, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf Bank Dunia Jeff Anhang, berdasarkan “Bayangan Panjang Peternakan”, laporan yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka menghitung bidang yang sebelumnya dan memperbaharui hal lainnya termasuk CO2 dari pernafasan haiwan, dan perhitungan sebenarnya yang menghasilkan lebih dari dua kali ganda jumlah haiwan ternak yang dilaporkan di planet ini.

kandungan metana dari haiwan ternak juga berperanan sebanyak 72 kali lebih dalam menyerap panas di atmosfera daripada CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih kuat dari perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali. Meskipun demikian, para peneliti itu memberitahu bahwa perkiraan mereka adalah minima, dan kerana itu jumlah kandungan 51% masih tidak konservatif .

http://vegclimatealliance.org/livestock-and-climate-change-qa
http://www.worldwatch.org/node/6294

No comments:

Post a Comment